LCGC Masih Jadi Favorit Mobil Pertama
Segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih menjadi salah satu tulang punggung pasar otomotif nasional. Mobil jenis ini kerap dipilih oleh konsumen yang ingin memiliki kendaraan pribadi pertama karena menawarkan harga relatif terjangkau dibanding segmen lain.
Selain banderol yang lebih rendah, LCGC juga dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang efisien. Biaya perawatan yang ramah di kantong serta jaringan diler yang luas membuat mobil ini semakin diminati masyarakat.
Tak heran jika model-model seperti Honda Brio Satya, Daihatsu Ayla, hingga Toyota Agya terus mencatatkan angka penjualan tinggi setiap tahunnya.
Harga LCGC Alami Penyesuaian di Akhir Januari
Meski dikenal sebagai mobil murah, harga LCGC tetap tidak lepas dari penyesuaian. Menjelang akhir Januari 2026, sejumlah pabrikan mulai melakukan pembaruan harga.
Berdasarkan penelusuran KatadataOTO, beberapa model LCGC mengalami kenaikan, baik secara signifikan maupun tipis. Penyesuaian ini terjadi hampir merata pada merek-merek besar yang bermain di segmen tersebut.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian konsumen, terutama mereka yang tengah merencanakan pembelian mobil dalam waktu dekat.
Honda Brio Satya Naik Hingga Rp 4 Juta
Salah satu model yang mengalami kenaikan paling terasa adalah Honda Brio Satya. Mobil ini selama beberapa tahun terakhir menjadi LCGC terlaris di Indonesia.
Pada awal Januari 2026, Honda Brio Satya E CVT masih dipasarkan dengan harga sekitar Rp 202,5 juta on the road Jakarta. Namun per 24 Januari 2026, banderol tersebut naik menjadi Rp 206,7 juta.
Artinya, terjadi kenaikan harga sekitar Rp 4 juta hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
Meski demikian, tidak semua varian Brio Satya mengalami perubahan. Tipe E MT dan S MT tercatat masih bertahan di kisaran Rp 170 jutaan tanpa penyesuaian harga.
Kenaikan Tidak Pengaruhi Minat Brio
Kendati harga naik, Honda Brio Satya masih dianggap kompetitif di kelasnya. Faktor desain yang sporty, fitur modern, serta reputasi mesin Honda menjadi alasan utama konsumen tetap memilih model ini.
Banyak pembeli menilai bahwa Brio tidak hanya sekadar mobil murah, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan nilai jual kembali yang cukup tinggi.
Hal inilah yang membuat Brio tetap kuat meski banderolnya perlahan merangkak naik dari tahun ke tahun.
Daihatsu Ayla Ikut Mengalami Kenaikan
Tak hanya Honda, Daihatsu juga melakukan penyesuaian harga pada Ayla. Model ini dikenal sebagai LCGC dengan harga paling terjangkau di Indonesia.
Sebelumnya, Daihatsu Ayla varian terendah dijual sekitar Rp 138,5 juta on the road Jakarta. Menjelang akhir Januari 2026, harganya naik menjadi Rp 142 juta.
Kenaikan juga terjadi pada varian R MT. Model yang sebelumnya dilepas Rp 168,5 juta kini dibanderol sekitar Rp 172 juta.
Meski naik, Ayla tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen yang memiliki anggaran terbatas.
Posisi Ayla Masih Paling Terjangkau
Dengan banderol baru tersebut, Daihatsu Ayla masih memegang status sebagai mobil termurah di pasar nasional. Hal ini membuatnya tetap relevan bagi pembeli pemula, pelaku usaha kecil, hingga pengguna kendaraan harian.
Efisiensi bahan bakar dan kemudahan perawatan menjadi nilai tambah utama yang membuat Ayla terus diminati.
Kenaikan harga dinilai masih dalam batas wajar oleh sebagian konsumen, terutama jika dibandingkan dengan segmen mobil non-LCGC.
Toyota Agya Naik Tipis
Toyota sebagai pemain besar di segmen LCGC juga melakukan penyesuaian harga pada Agya. Namun, kenaikan yang terjadi tergolong tipis.
Varian Toyota Agya E MT kini dipasarkan dengan harga Rp 173,8 juta on the road Jakarta. Angka tersebut naik sekitar Rp 600 ribu dibanding banderol sebelumnya Rp 173,2 juta.
Meski kenaikannya kecil, perubahan ini tetap menunjukkan tren bahwa harga mobil murah terus bergerak naik secara bertahap.
Penyesuaian Harga Jadi Fenomena Awal Tahun
Kenaikan harga mobil di awal tahun sebenarnya bukan hal baru. Hampir setiap tahun, pabrikan otomotif melakukan pembaruan harga pada Januari atau Februari.
Beberapa faktor yang kerap memengaruhi antara lain perubahan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya produksi, serta penyesuaian kebijakan pajak.
Selain itu, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga sering menjadi alasan utama di balik perubahan harga kendaraan bermotor.
Faktor Produksi dan Distribusi
Selain pajak, biaya logistik dan bahan baku juga memegang peranan penting. Harga komponen impor yang terpengaruh kurs rupiah membuat produsen harus menyesuaikan struktur biaya.
Di sisi lain, biaya distribusi dan operasional diler juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Seluruh faktor tersebut pada akhirnya memengaruhi harga jual ke konsumen.
Karena itu, meski berlabel “mobil murah”, LCGC tetap tidak sepenuhnya kebal dari tekanan biaya.
Konsumen Perlu Cermat Sebelum Membeli
Dengan tren harga yang terus naik, calon pembeli disarankan untuk lebih cermat dalam menentukan waktu pembelian. Banyak konsumen memilih membeli mobil di awal tahun karena stok masih melimpah.
Namun di sisi lain, menunda pembelian terlalu lama juga berpotensi membuat harga kembali terkerek.
Memantau daftar harga terbaru serta promo dari masing-masing diler menjadi langkah penting agar konsumen mendapatkan penawaran terbaik.
LCGC Tetap Jadi Pilihan Rasional
Meski mengalami kenaikan, LCGC masih menjadi segmen paling rasional bagi masyarakat Indonesia. Selisih harga dengan mobil di kelas di atasnya masih cukup jauh.
Dengan kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, LCGC tetap berperan besar sebagai solusi kendaraan harian yang efisien dan praktis.
Tren penyesuaian harga diperkirakan akan terus berlanjut seiring dinamika ekonomi nasional.
Penutup
Penyesuaian harga LCGC menjelang akhir Januari 2026 menunjukkan bahwa segmen mobil murah tetap mengikuti dinamika industri otomotif secara keseluruhan. Honda Brio Satya mencatat kenaikan paling signifikan hingga Rp 4 juta, sementara Daihatsu Ayla dan Toyota Agya ikut terkerek meski dengan besaran berbeda.
Meski begitu, LCGC masih menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mencari mobil pertama dengan biaya kepemilikan terjangkau. Ke depan, konsumen diharapkan semakin cermat dalam merencanakan pembelian agar tidak terdampak kenaikan harga berikutnya.
Baca Juga : Yamaha Tanggapi Target Penjualan Motor AISI 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : revisednews

