AISI Bidik Penjualan Motor Tembus 6,7 Juta Unit di 2026
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan penjualan sepeda motor nasional pada 2026 berada di kisaran 6,4 juta unit hingga 6,7 juta unit. Target tersebut dinilai realistis dan moderat, sejalan dengan sasaran yang telah dipatok pada tahun sebelumnya.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyampaikan bahwa proyeksi tersebut mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik serta dinamika pasar kendaraan roda dua yang relatif stabil.
“Kami sudah pasang target, angkanya berkisar 6,4 juta sampai 6,7 juta unit di 2026. Betul, sama dengan tahun 2025,” ujar Sigit, dikutip Kamis.
Penjualan Motor Masih Menunjukkan Ketahanan
Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor nasional pada periode Januari–November 2025 tercatat mencapai 5,95 juta unit. Angka tersebut mengalami kenaikan tipis sekitar 0,35 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 5,92 juta unit.
Kenaikan yang relatif terbatas ini menunjukkan bahwa pasar sepeda motor Indonesia masih bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi, mulai dari fluktuasi daya beli masyarakat, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ketidakpastian global yang berdampak pada sektor konsumsi.
Meski pertumbuhannya tidak agresif, stabilitas penjualan tersebut menjadi dasar optimisme AISI dalam menetapkan target penjualan 2026.
Leasing Jadi Penopang Utama Pasar Motor
Salah satu faktor utama yang menjaga ketahanan pasar sepeda motor nasional adalah dukungan lembaga pembiayaan atau leasing. Skema kredit yang fleksibel, uang muka terjangkau, serta tenor yang panjang masih menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Menurut Sigit, peran perusahaan pembiayaan sangat krusial karena sebagian besar pembelian sepeda motor di Indonesia masih dilakukan melalui skema kredit.
“Kredit motor masih menjadi tulang punggung penjualan. Selama pembiayaan tetap sehat dan mudah diakses, pasar roda dua akan tetap bergerak,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi pembeda signifikan antara pasar sepeda motor dengan sektor otomotif roda empat yang cenderung lebih sensitif terhadap kenaikan suku bunga dan pengetatan kredit.
Penundaan Opsen Pajak Ringankan Beban Konsumen
Selain pembiayaan, faktor lain yang turut menopang pasar motor adalah kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menunda penerapan opsen pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini dinilai membantu menjaga harga on the road sepeda motor tetap terjangkau.
Penundaan opsen pajak memberikan ruang bagi konsumen untuk tetap melakukan pembelian kendaraan tanpa harus terbebani kenaikan pajak tambahan, khususnya di daerah-daerah dengan volume penjualan tinggi.
Langkah ini secara tidak langsung menjaga momentum penjualan motor, terutama di segmen entry-level yang sangat sensitif terhadap perubahan harga.
Motor Masih Jadi Transportasi Andalan Masyarakat
Sepeda motor hingga kini masih menjadi alat transportasi utama masyarakat Indonesia, terutama di wilayah perkotaan padat dan daerah dengan keterbatasan transportasi umum.
Kemudahan mobilitas, biaya operasional yang relatif rendah, serta fleksibilitas penggunaan membuat motor tetap relevan di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini menjadi alasan mengapa pasar roda dua relatif lebih stabil dibandingkan segmen kendaraan lainnya.
Di sisi lain, pertumbuhan sektor ekonomi informal, logistik last mile, dan layanan berbasis aplikasi juga terus mendorong kebutuhan sepeda motor sebagai sarana kerja.
Tantangan Pasar Motor ke Depan
Meski optimistis, AISI juga mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi pasar sepeda motor ke depan. Di antaranya adalah:
- Daya beli masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan
- Kenaikan biaya hidup yang dapat menekan keputusan pembelian
- Transisi teknologi, termasuk pengembangan motor listrik
- Regulasi pajak dan emisi yang berpotensi berubah
Namun demikian, AISI menilai pasar motor nasional masih memiliki fondasi kuat, terutama karena kebutuhan dasar masyarakat terhadap kendaraan roda dua belum tergantikan sepenuhnya.
Motor Listrik Belum Menggeser Motor Konvensional
Meski motor listrik mulai mendapat perhatian, kontribusinya terhadap total penjualan nasional masih relatif kecil. Harga, infrastruktur pengisian, serta kebiasaan konsumen menjadi faktor utama yang membuat motor konvensional tetap dominan.
AISI memandang transisi ke kendaraan listrik akan berlangsung secara bertahap, tanpa mengganggu volume penjualan motor berbahan bakar konvensional dalam jangka pendek.
Target Moderat, Optimisme Tetap Terjaga
Dengan mempertahankan target 6,4–6,7 juta unit pada 2026, AISI mengambil pendekatan realistis tanpa euforia berlebihan. Target ini mencerminkan kehati-hatian industri dalam membaca kondisi ekonomi sekaligus keyakinan bahwa pasar sepeda motor Indonesia masih solid.
Selama dukungan pembiayaan tetap kuat dan kebijakan fiskal daerah tidak memberatkan konsumen, industri sepeda motor nasional diyakini mampu menjaga performanya di tahun mendatang.
Baca Juga : Daihatsu Raup 137 Ribu Unit di 2025, Gran Max Teratas
Cek Juga Artikel Dari Platform : koronovirus

