Permintaan Tinggi Picu Antrean Pengiriman
Jaecoo Indonesia secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumennya akibat lamanya waktu pengiriman kendaraan. Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh manajemen perusahaan setelah tingginya minat masyarakat terhadap mobil listrik Jaecoo J5 EV.
Lonjakan pemesanan yang terjadi sejak peluncuran disebut melampaui proyeksi awal perusahaan. Kondisi ini membuat proses produksi dan distribusi belum mampu mengimbangi jumlah pesanan yang terus bertambah.
Situasi tersebut akhirnya berdampak pada antrean pengiriman yang cukup panjang, terutama bagi konsumen yang melakukan pemesanan setelah November 2025.
Manajemen Akui Perhitungan Awal Meleset
President Director of Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah memprediksi Jaecoo J5 EV akan mendapat sambutan positif. Namun antusiasme pasar ternyata jauh lebih besar dibanding estimasi awal.
Menurutnya, hingga saat ini perusahaan telah berhasil mengirimkan sekitar 3.000 unit kendaraan ke konsumen. Jumlah tersebut baru mencukupi pesanan yang masuk hingga November 2025.
“Kami sudah mengirim sekitar 3.000 unit. Namun itu baru memenuhi pemesanan sampai November 2025. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen yang masih menunggu kendaraannya,” ujar Zeng Shuo saat konferensi pers, Jumat (24/01).
Total Pemesanan Capai 12 Ribu Unit
Berdasarkan data internal perusahaan, hingga 31 Desember 2025 total pemesanan Jaecoo J5 EV telah mencapai 12 ribu unit. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap mobil listrik terbaru ini.
Dengan jumlah unit yang sudah dikirim baru sekitar 3.000 unit, berarti masih terdapat sekitar 9.000 kendaraan yang belum sampai ke tangan konsumen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi Jaecoo Indonesia, terutama dalam menjaga kepercayaan pelanggan yang telah melakukan pemesanan lebih awal.
Produksi Dikebut untuk Kejar Target
Menanggapi situasi tersebut, pihak Jaecoo menyatakan tengah mengupayakan percepatan produksi. Langkah ini dilakukan agar antrean pengiriman dapat segera terurai secara bertahap.
Zeng Shuo meminta pelanggan memberikan waktu tambahan bagi perusahaan untuk menyelesaikan proses produksi.
“Kami sedang berusaha mengejar ketertinggalan. Mohon beri kami sedikit waktu,” ujarnya.
Upaya percepatan ini dilakukan dengan mengoptimalkan jalur produksi serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait distribusi kendaraan.
Skema Pengiriman Sudah Dipetakan
Head of Sales Jaecoo Indonesia, Willy Winawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun alur pengiriman kendaraan secara lebih terstruktur. Skema tersebut diharapkan mampu memberi kepastian waktu kepada konsumen.
Menurut Willy, kendaraan yang dipesan sepanjang 2025 saat ini sedang dalam tahap produksi dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2026.
Setelah produksi rampung, unit akan dikirim ke jaringan diler sesuai lokasi konsumen.
Waktu Distribusi Berbeda Tiap Wilayah
Proses pengiriman kendaraan dibagi berdasarkan wilayah. Untuk konsumen di Jabodetabek, pengiriman dari pabrik ke diler diperkirakan memakan waktu sekitar dua hari.
Sementara itu, untuk wilayah Pulau Jawa di luar Jabodetabek, estimasi pengiriman mencapai tujuh hari. Adapun konsumen yang berada di luar Pulau Jawa membutuhkan waktu sekitar 12 hari.
Setibanya di diler, kendaraan masih harus menjalani proses Pre Delivery Inspection (PDI) selama dua hari sebelum akhirnya diserahkan ke pelanggan pada hari berikutnya.
Target Konsumen Bisa Pakai Mobil Saat Lebaran
Dengan skema tersebut, Jaecoo Indonesia berharap sebagian besar pelanggan yang memesan kendaraan pada 2025 masih dapat menggunakan mobil barunya menjelang musim mudik Lebaran 2026.
Perusahaan menilai momen Lebaran menjadi waktu penting bagi konsumen, sehingga pengiriman diupayakan selesai sebelum periode tersebut.
Langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga kepuasan pelanggan di tengah tingginya antusiasme pasar terhadap kendaraan listrik.
Spesifikasi Jaecoo J5 EV Jadi Daya Tarik
Tingginya permintaan Jaecoo J5 EV tidak lepas dari spesifikasi yang ditawarkan. Mobil listrik ini dibekali motor elektrik berdaya 155 kW atau setara 207,8 tenaga kuda.
Torsi puncaknya mencapai 288 Nm, memberikan performa yang cukup responsif untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Tenaga tersebut disuplai oleh baterai berkapasitas 60,9 kWh yang diklaim mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 461 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Fitur Pengisian Cepat Jadi Nilai Tambah
Selain jarak tempuh yang panjang, Jaecoo J5 EV juga dilengkapi fitur pengisian daya cepat. Mobil ini mendukung fast charging hingga 130 kW.
Dengan fitur tersebut, waktu pengisian baterai dapat dilakukan secara lebih efisien, sehingga pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama saat mengisi daya di stasiun pengisian umum.
Kombinasi performa, jarak tempuh, dan fitur inilah yang membuat J5 EV menjadi salah satu mobil listrik paling diminati di awal 2026.
Tantangan Baru di Tengah Antusiasme Pasar
Kasus keterlambatan pengiriman ini mencerminkan tantangan baru industri kendaraan listrik di Indonesia. Antusiasme konsumen yang tinggi perlu diimbangi dengan kesiapan produksi dan distribusi yang matang.
Meski demikian, langkah transparan Jaecoo Indonesia dalam menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan kondisi secara terbuka dinilai sebagai upaya menjaga kepercayaan publik.
Ke depan, konsumen berharap proses pengiriman dapat berjalan lebih lancar seiring meningkatnya kapasitas produksi.
Penutup
Permintaan maaf Jaecoo Indonesia menjadi respons atas lonjakan pemesanan Jaecoo J5 EV yang mencapai 12 ribu unit. Dengan pengiriman baru 3.000 unit, perusahaan kini tengah berpacu mengejar sisa antrean agar kendaraan dapat diterima pelanggan sebelum Lebaran 2026.
Tingginya minat pasar menunjukkan potensi besar mobil listrik di Indonesia. Namun di sisi lain, kesiapan produksi menjadi faktor krusial agar pertumbuhan tersebut dapat berjalan berkelanjutan tanpa mengorbankan kepuasan konsumen.
Baca Juga : Harga LCGC Naik Jelang Akhir Januari 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : petanimal

