Merek Otomotif China Agresif Perluas Diler di Indonesia Akhir 2025
Industri otomotif Indonesia memasuki fase persaingan baru pada akhir 2025. Sejumlah merek otomotif asal China terlihat semakin agresif memperluas jaringan diler dan layanan purnajual di berbagai wilayah Tanah Air. Ekspansi ini bukan sekadar strategi jangka pendek, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat eksistensi jangka panjang di pasar otomotif nasional.
Langkah agresif ini sejalan dengan performa penjualan yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Merek-merek seperti BYD, Geely, Chery, hingga Great Wall Motor (GWM) mencatat pertumbuhan signifikan, baik dari sisi volume penjualan maupun cakupan wilayah distribusi.
Ekspansi Diler Jadi Kunci Persaingan
Perluasan jaringan diler menjadi elemen penting dalam industri otomotif Indonesia. Bagi konsumen, keberadaan diler tidak hanya berkaitan dengan penjualan unit, tetapi juga mencakup layanan purnajual seperti servis, ketersediaan suku cadang, serta jaminan garansi.
Merek otomotif China tampak memahami betul karakter pasar Indonesia yang sangat mempertimbangkan aspek layanan jangka panjang. Oleh karena itu, ekspansi diler dilakukan secara masif, termasuk ke luar Pulau Jawa yang selama ini kerap menjadi tantangan distribusi.
Geely Bidik 40 Diler Hingga Akhir 2025
Geely menjadi salah satu merek yang paling vokal dalam menyampaikan rencana ekspansinya. Pada pekan terakhir, Geely membuka tiga diler baru secara bersamaan, dengan salah satunya berlokasi di luar Pulau Jawa.
Langkah ini merupakan bagian dari target ambisius perusahaan untuk menghadirkan total 40 jaringan diler di Indonesia hingga tutup tahun 2025. Ekspansi ini tidak hanya berfokus pada kota-kota besar, tetapi juga wilayah potensial dengan pertumbuhan pasar yang menjanjikan.
Sales and Channel Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menegaskan bahwa ekspansi jaringan diler merupakan komitmen jangka panjang perusahaan.
Geely juga menargetkan penguatan perakitan lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus mendukung industri otomotif nasional.
BYD dan Denza Perkuat Layanan Purnajual
Grup BYD juga tak kalah agresif. Bulan lalu, BYD membuka 10 layanan purnajual secara serentak untuk submerek premiumnya, Denza. Menariknya, tiga di antaranya berlokasi di luar Pulau Jawa, menunjukkan keseriusan BYD dalam menjangkau konsumen di berbagai daerah.
Ekspansi layanan purnajual ini dinilai penting, mengingat BYD dan Denza membawa teknologi kendaraan listrik dan elektrifikasi yang masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia. Dengan memperluas jaringan servis, BYD berupaya menghilangkan kekhawatiran konsumen terkait perawatan dan dukungan teknis.
Secara penjualan, grup BYD mencatat kinerja yang sangat impresif. Sepanjang Januari hingga November 2025, BYD bersama Denza membukukan penjualan wholesale sebanyak 47.327 unit, melonjak 241 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Chery Perluas Jaringan Hingga 80 Diler
Chery juga terus memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Hingga akhir 2025, merek ini menargetkan total 80 diler aktif di seluruh Indonesia. Saat ini, Chery telah mengelola 67 diler dan masih terus membuka jaringan baru di berbagai wilayah.
Ekspansi ini sejalan dengan lonjakan penjualan Chery sepanjang 2025. Merek tersebut mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 132 persen dengan total 17.931 unit. Angka ini menunjukkan bahwa strategi produk, harga, dan layanan Chery diterima dengan baik oleh pasar Indonesia.
Kehadiran diler yang semakin luas juga mendukung penetrasi Chery di segmen kendaraan listrik dan SUV, yang menjadi tulang punggung penjualan mereka.
GWM Tambah Diler, Fokus Bangun Kepercayaan
Great Wall Motor (GWM) turut memperkuat jaringan distribusinya dengan meresmikan satu diler baru di Jakarta pada akhir 2025. Diler ini menjadi jaringan ke-16 GWM di Indonesia, dari target total 30 diler sepanjang tahun ini.
Bagi GWM, perluasan diler menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan konsumen, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi dan SUV premium yang membutuhkan layanan purnajual andal.
Dampak bagi Konsumen dan Industri Nasional
Agresivitas merek otomotif China dalam memperluas jaringan diler membawa dampak positif bagi konsumen Indonesia. Pilihan kendaraan semakin beragam, layanan purnajual lebih mudah dijangkau, dan persaingan harga menjadi lebih kompetitif.
Di sisi lain, ekspansi ini juga mendorong peningkatan investasi di sektor otomotif, termasuk perakitan lokal, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok dalam negeri. Target TKDN yang semakin tinggi menunjukkan keseriusan merek-merek China untuk beradaptasi dengan kebijakan industri nasional.
Persaingan Akan Semakin Ketat di 2026
Melihat tren akhir 2025, persaingan industri otomotif Indonesia diprediksi akan semakin ketat pada 2026. Merek otomotif China tidak lagi sekadar menjadi alternatif, tetapi telah bertransformasi menjadi pemain utama yang siap bersaing dengan merek Jepang dan Eropa.
Dengan jaringan diler yang terus meluas, dukungan purnajual yang kuat, serta portofolio produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, merek-merek China menunjukkan bahwa kehadiran mereka di Indonesia bersifat jangka panjang.
Bagi konsumen, kondisi ini menjadi momentum positif untuk mendapatkan kendaraan dengan teknologi modern, harga kompetitif, dan layanan yang semakin mudah diakses di seluruh Indonesia.
Baca Juga : CIAAF Dorong Peluang Bisnis Baru Lewat Pameran Aksesori dan Suku Cadang Otomotif
Jangan Lewatkan Info Penting DariĀ : updatecepat

