Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh meninggalkan dampak serius pada infrastruktur. Jalan-jalan utama rusak, akses antar desa terputus, dan beberapa wilayah benar-benar terisolasi dari bantuan. Di tengah kondisi tersebut, peran komunitas otomotif justru tampil krusial. Dengan bermodal kendaraan modifikasi ekstrem, relawan dari Indonesia Offroad Federation (IOF) bersama komunitas 6×6 Xtrim Indonesia menembus jalur bencana demi memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke tangan warga.
Jalur Rusak Tak Menyurutkan Niat Relawan
Banjir dan longsor yang terjadi menyebabkan banyak jalan di Aceh Tamiang dan Aceh Tengah tak bisa dilalui kendaraan biasa. Lumpur tebal, jalur licin, hingga kayu gelondongan yang melintang di tengah jalan menjadi tantangan utama. Namun bagi para relawan off-roader, kondisi ekstrem justru menjadi medan pengabdian.
Tim IOF Sumatra Utara dan IOF Aceh berangkat secara konvoi dari Medan sejak sepekan sebelum misi berakhir. Mereka membawa logistik, peralatan evakuasi, serta kendaraan yang sudah disiapkan khusus untuk medan berat. Fokus utama misi ini adalah menjangkau desa-desa yang belum tersentuh bantuan akibat terputusnya akses darat.
Andalan Mobil Modifikasi Offroad 6×6
Kendaraan yang digunakan bukan mobil biasa. Salah satu armada utama adalah Toyota Hilux Double Cabin generasi lama yang telah dimodifikasi menjadi penggerak 6×6. Modifikasi ini memberikan traksi ekstra di medan berlumpur dan meningkatkan kemampuan kendaraan membawa beban logistik.
Dengan konfigurasi tiga gandar roda, ground clearance tinggi, serta ban mud-terrain berukuran besar, mobil 6×6 ini mampu menembus jalur yang bahkan sulit dilewati kendaraan 4×4 standar. Meski demikian, tantangan tetap terasa berat. Di beberapa titik, kedalaman lumpur mencapai batas kemampuan kendaraan, memaksa relawan bekerja ekstra dengan teknik winching dan kerja manual membuka jalur.
Menjangkau Desa Terisolasi
Hingga misi berlangsung, tim SAR Rescue IOF Sumatra Utara berhasil mencapai sedikitnya lima desa terdampak. Selain menyalurkan bantuan, mereka juga membuka akses jalan darurat dengan membersihkan puing, lumpur, dan kayu yang menghalangi jalur.
Di wilayah Kecamatan Pameu, Kabupaten Aceh Tengah, tim IOF Aceh turut bergerak dengan kendaraan off-road untuk menjangkau pelosok. Jalur yang terputus akibat longsor dan banjir bandang tidak menghalangi niat relawan. Berkat kombinasi kemampuan kendaraan dan pengalaman mengemudi di medan ekstrem, bantuan akhirnya bisa tiba di lokasi-lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bantuan Logistik untuk Warga dan Pesantren
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya fokus pada pembukaan jalur, tetapi juga distribusi kebutuhan pokok. Di Kampung Lut Jaya, relawan menyalurkan 35 sak beras dan 25 dus mi instan. Sementara di Kampung Kuala Rawa, bantuan terdiri dari 24 sak beras dan 24 karton mi instan.
Perhatian juga diberikan pada lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren Babul Najah menerima 30 karton mi instan serta perlengkapan tambahan seperti pampers untuk kebutuhan santri. Bantuan ini sangat berarti, mengingat pasokan logistik ke pesantren sempat terhenti akibat akses jalan yang rusak.
Kolaborasi dengan 6×6 Xtrim Indonesia
Selain IOF, komunitas 6×6 Xtrim Indonesia yang berbasis di Medan turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini. Mereka menghabiskan waktu sekitar satu minggu di wilayah Aceh Tamiang untuk membantu warga korban banjir bandang di lima desa terujung yang sempat terisolasi.
Salah satu relawan, Herwindo Windo, melalui unggahan media sosialnya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran misi tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menembus desa-desa terdampak tak lepas dari doa banyak pihak dan kerja sama tim di lapangan.
Sambutan Hangat dari Masyarakat
Kehadiran armada off-road disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai kendaraan 4×4 dan 6×6 sangat vital dalam kondisi pascabencana, terutama ketika jalur distribusi logistik tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun mobil standar.
Lebih dari sekadar mengantar bantuan, relawan IOF juga memastikan jalur darurat tetap dapat digunakan untuk distribusi lanjutan oleh pihak lain. Upaya ini membantu mempercepat pemulihan dan memudahkan akses bagi bantuan berikutnya.
Bukti Peran Komunitas Otomotif dalam Kebencanaan
Aksi ini menjadi bukti bahwa komunitas otomotif, khususnya off-road, memiliki peran strategis dalam penanganan bencana. Kendaraan modifikasi yang biasanya identik dengan hobi dan petualangan, berubah fungsi menjadi alat kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Dalam kondisi geografis Indonesia yang beragam dan rawan bencana, keberadaan kendaraan dengan kemampuan ekstrem seperti 4×4 dan 6×6 menjadi solusi nyata. Tidak hanya di Aceh, model kolaborasi antara komunitas, relawan, dan masyarakat ini berpotensi diterapkan di wilayah lain yang menghadapi kondisi serupa.
Penutup
Menembus jalur bencana Aceh dengan mobil modifikasi off-road 6×6 bukan sekadar aksi otomotif ekstrem, melainkan wujud nyata solidaritas kemanusiaan. IOF dan 6×6 Xtrim Indonesia menunjukkan bahwa teknologi, hobi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Di tengah lumpur, jalan rusak, dan keterbatasan akses, semangat gotong royong tetap menemukan jalannya.
Baca Juga : Jeep Wrangler JK Buktikan Ketangguhan di IOX 2015
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : koronovirus

