Kinerja Pasar Motor 2025 Jadi Modal Awal
Industri sepeda motor nasional menunjukkan performa yang cukup solid sepanjang 2025. Di tengah tekanan ekonomi global, fluktuasi daya beli, serta berbagai penyesuaian kebijakan fiskal, pasar kendaraan roda dua masih mampu bertahan dan mencatatkan hasil yang relatif positif.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi industri otomotif dalam menatap tahun berikutnya. Meski tidak sepenuhnya lepas dari tantangan, stabilitas pasar pada 2025 memberi keyakinan bahwa sektor roda dua tetap memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat Indonesia.
Melihat kondisi tersebut, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kemudian menetapkan proyeksi penjualan motor baru untuk tahun 2026.
Target AISI 2026 Dipatok 6,7 Juta Unit
AISI menargetkan penjualan sepeda motor nasional pada 2026 mencapai 6,7 juta unit. Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, meski tidak terlalu agresif.
Target tersebut dinilai realistis mengingat kondisi ekonomi nasional yang masih dalam tahap pemulihan. AISI mempertimbangkan banyak aspek sebelum menentukan angka tersebut, mulai dari daya beli masyarakat, stabilitas harga, hingga kebijakan pemerintah daerah terkait pajak kendaraan.
Dengan target ini, industri roda dua diharapkan tetap tumbuh secara sehat tanpa memaksakan ekspansi berlebihan.
Yamaha Menyambut Target dengan Sikap Positif
Menanggapi proyeksi yang dicanangkan AISI, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyampaikan pandangan yang cukup optimistis.
Manager Public Relations, Community & YRA YIMM, Rifki Maulana, menyebut bahwa Yamaha memandang target tersebut sebagai sinyal yang baik bagi industri.
“Yamaha melihatnya positif ya, maksudnya dengan adanya proyeksi naik berarti AISI cukup melihat banyak faktor,” ungkap Rifki dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keputusan AISI menetapkan target tersebut bukan tanpa dasar. Ada pertimbangan menyeluruh yang menunjukkan arah pasar masih memiliki peluang tumbuh.
Ekonomi Nasional Masih Jadi Faktor Penentu
Salah satu pertimbangan utama yang memengaruhi target penjualan adalah kondisi ekonomi nasional. Sepanjang 2025, perekonomian Indonesia memang belum sepenuhnya stabil.
Tekanan inflasi, penyesuaian suku bunga, serta dinamika global turut memengaruhi daya beli masyarakat. Situasi ini membuat industri otomotif harus bergerak lebih hati-hati dalam menyusun strategi penjualan.
Rifki menilai, dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, target 6,7 juta unit mencerminkan sikap realistis sekaligus optimistis.
“Berarti kan ada angin segar, bahwa mungkin arahnya positif untuk industri otomotif, terutama kendaraan roda dua,” lanjutnya.
Tantangan Masih Membayangi Pasar Motor
Meski dinilai positif, Yamaha menyadari bahwa perjalanan pasar motor pada 2026 tidak akan sepenuhnya mulus. Masih terdapat sejumlah tantangan struktural yang berpotensi memengaruhi performa industri.
Salah satunya adalah kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kebijakan ini menjadi perhatian utama para pelaku industri.
Pada 2025, beberapa daerah sempat memberikan relaksasi pajak, namun kebijakan tersebut bersifat sementara dan tidak berlaku merata secara nasional.
Opsen Pajak Jadi Faktor Sensitif
Penerapan opsen PKB dan BBNKB dinilai cukup sensitif bagi konsumen motor, terutama di segmen menengah ke bawah yang menjadi tulang punggung penjualan roda dua.
Kenaikan biaya kepemilikan kendaraan dapat memengaruhi keputusan pembelian masyarakat. Bahkan selisih harga yang tidak terlalu besar pun bisa berdampak signifikan terhadap minat beli.
Karena itu, industri berharap adanya kepastian dan keseragaman kebijakan agar pasar dapat bergerak lebih stabil sepanjang 2026.
Motor Tetap Jadi Transportasi Utama
Di sisi lain, sepeda motor masih menjadi moda transportasi paling dominan di Indonesia. Faktor harga yang relatif terjangkau, efisiensi bahan bakar, serta kemudahan mobilitas membuat motor tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam juga membuat kendaraan roda dua sulit tergantikan sepenuhnya oleh transportasi umum, terutama di daerah.
Hal inilah yang membuat AISI tetap yakin bahwa pasar motor memiliki fondasi kuat untuk tumbuh, meski tidak dengan lonjakan ekstrem.
Strategi Produsen Akan Lebih Selektif
Dengan kondisi pasar seperti ini, produsen motor diperkirakan akan mengadopsi strategi yang lebih selektif. Fokus tidak hanya pada volume penjualan, tetapi juga pada kualitas produk, efisiensi distribusi, serta layanan purnajual.
Yamaha sendiri selama beberapa tahun terakhir konsisten memperkuat segmen skutik, sport, hingga motor premium. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menjaga keseimbangan antara permintaan pasar dan keberlanjutan bisnis.
Ke depan, inovasi teknologi, efisiensi bahan bakar, serta fitur keselamatan diprediksi menjadi faktor pembeda utama.
Perubahan Pola Konsumen
Pola konsumsi masyarakat juga terus berubah. Konsumen kini lebih selektif dalam membeli kendaraan, tidak hanya melihat harga, tetapi juga nilai guna jangka panjang.
Faktor seperti konsumsi BBM, biaya perawatan, hingga resale value menjadi pertimbangan penting. Hal ini mendorong produsen untuk menghadirkan produk yang lebih relevan dan efisien.
Situasi tersebut turut memengaruhi proyeksi penjualan nasional yang disusun secara lebih konservatif.
Optimisme Tetap Dijaga
Meski tantangan masih ada, Yamaha menilai industri roda dua tetap memiliki prospek yang baik. Target AISI dianggap mencerminkan optimisme yang terukur, bukan sekadar ambisi.
Pertumbuhan yang moderat justru dinilai lebih sehat bagi ekosistem industri, mulai dari pabrikan, dealer, hingga konsumen.
Dengan pendekatan tersebut, pasar motor nasional diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan tanpa gejolak besar.
Penutup
Target penjualan 6,7 juta unit motor baru pada 2026 yang dicanangkan AISI mendapat respons positif dari Yamaha. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, proyeksi tersebut dianggap realistis dan mencerminkan arah pasar yang mulai membaik.
Di tengah tantangan ekonomi dan kebijakan pajak kendaraan, industri roda dua tetap berupaya menjaga momentum pertumbuhan. Yamaha menilai bahwa sinyal positif ini perlu dijaga melalui sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri.
Dengan strategi yang tepat, pasar motor Indonesia diyakini masih memiliki ruang besar untuk berkembang di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga : Chery Siap Luncurkan 7 Model Baru Sepanjang 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : 1reservoir

