Memasuki penghujung tahun 2025, pasar sepeda motor nasional justru menunjukkan sinyal positif. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan tekanan daya beli masyarakat, kinerja wholesales motor baru dinilai mampu bertahan bahkan berpeluang melampaui target tahunan. Kondisi ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat sepanjang 2025 industri otomotif roda dua menghadapi banyak rintangan, mulai dari fluktuasi ekonomi hingga perubahan perilaku konsumen.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memandang tren ini sebagai indikator bahwa pasar domestik masih memiliki daya tahan yang kuat. Optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, yang menilai capaian wholesales 2025 berpotensi menembus angka 6,4 juta unit.
Target Tahunan Berpeluang Terlampaui
Menurut Sigit Kumala, target awal wholesales motor baru 2025 berada di kisaran 6,3 juta hingga 6,4 juta unit. Namun melihat perkembangan pasar hingga akhir tahun, angka tersebut berpeluang terlampaui.
Ia menyebut pencapaian ini patut diapresiasi, karena industri sepeda motor mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Dalam situasi yang tidak sepenuhnya ideal, pertumbuhan yang tetap terjadi menunjukkan kuatnya kebutuhan mobilitas roda dua di Indonesia.
Optimisme ini juga menjadi refleksi bahwa sepeda motor masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik di perkotaan maupun daerah.
Performa Bulanan Masih Fluktuatif
Meski secara tahunan menunjukkan tren positif, data bulanan memperlihatkan adanya fluktuasi. Berdasarkan laporan AISI, wholesales motor baru pada November 2025 tercatat sebanyak 523.591 unit. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 11,31 persen dibandingkan Oktober 2025 yang sempat mencapai 590.362 unit.
Penurunan ini dipandang sebagai dinamika normal pasar, terutama menjelang akhir tahun ketika sebagian konsumen mulai menahan pembelian. Namun jika dibandingkan dengan November 2024, performa November 2025 justru menunjukkan kenaikan sekitar 2,08 persen dari capaian 512.942 unit.
Data ini mengindikasikan bahwa meski ada penurunan bulanan, tren tahunan tetap bergerak positif.
Akumulasi Wholesales Sudah Lampaui 2024
Secara kumulatif, wholesales motor baru sepanjang Januari hingga November 2025 telah mencapai 5.950.844 unit. Angka ini sudah melampaui total wholesales sepanjang 2024 yang tercatat sebesar 5.929.830 unit.
Dengan selisih sekitar 0,35 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu, capaian tersebut dinilai cukup baik. Apalagi, masih ada satu bulan tersisa yang berpotensi mendorong angka wholesales mendekati atau bahkan melewati batas 6,4 juta unit.
Bagi industri, capaian ini menjadi sinyal bahwa pasar sepeda motor nasional masih relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.
Tantangan Sepanjang 2025 Tidak Ringan
Sepanjang 2025, industri sepeda motor Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan. Tekanan inflasi, perubahan pola konsumsi, serta meningkatnya biaya hidup membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian kendaraan baru.
Selain itu, isu transisi menuju kendaraan elektrifikasi juga turut memengaruhi psikologi pasar. Sebagian konsumen memilih menunggu perkembangan teknologi atau kebijakan pemerintah sebelum membeli motor baru.
Namun demikian, kebutuhan akan kendaraan yang praktis dan terjangkau membuat sepeda motor konvensional tetap memiliki basis pasar yang kuat.
Kinerja Ekspor Masih Tertekan
Di sisi lain, AISI juga melaporkan kinerja ekspor sepeda motor yang mengalami koreksi. Pada November 2025, wholesales ekspor tercatat sebanyak 43.426 unit, turun sekitar 11,39 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 49.009 unit.
Meski demikian, secara akumulatif dari Januari hingga November 2025, total ekspor sepeda motor Indonesia mencapai 502.592 unit. Angka tersebut mencerminkan kontribusi penting pasar luar negeri bagi industri roda dua nasional, meskipun belum sepenuhnya pulih.
Produsen besar seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS masih menjadi tulang punggung ekspor kendaraan roda dua dari Indonesia ke berbagai negara tujuan.
Pasar Domestik Jadi Penopang Utama
Dengan kondisi ekspor yang masih fluktuatif, pasar domestik tetap menjadi penopang utama industri sepeda motor nasional. Konsumsi dalam negeri yang besar membuat Indonesia tetap menjadi salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia.
AISI menilai bahwa selama kebutuhan mobilitas masyarakat masih tinggi, sepeda motor akan tetap relevan sebagai moda transportasi utama. Hal inilah yang menjaga stabilitas wholesales meski situasi ekonomi belum sepenuhnya pulih.
Prospek Menuju Akhir Tahun
Melihat tren hingga November 2025, AISI optimistis penutupan tahun akan memberikan hasil yang positif. Jika distribusi pada Desember berjalan normal, angka wholesales diyakini mampu melampaui target 6,4 juta unit.
Capaian tersebut akan menjadi catatan penting bagi industri otomotif roda dua, sekaligus menjadi modal optimisme untuk menyongsong 2026. Dengan evaluasi strategi distribusi, penguatan jaringan diler, serta adaptasi terhadap kebutuhan konsumen, industri diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan.
Industri Masih Punya Daya Tahan
Secara keseluruhan, peluang wholesales motor baru 2025 menembus 6,4 juta unit menunjukkan bahwa industri sepeda motor Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat. Di tengah tekanan ekonomi dan berbagai rintangan, pasar tetap bergerak dan menunjukkan pertumbuhan moderat.
Bagi AISI, capaian ini bukan hanya soal angka, tetapi juga bukti bahwa sepeda motor tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia. Jika tren positif ini dapat dijaga, industri roda dua nasional diyakini masih memiliki prospek cerah di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga : Pasar Motor Listrik Lesu 2025, Ini Kata Aismoli
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : baliutama

